Saat Banyak Investasi Remuk oleh Corona, Sukuk Retail Malah Semakin Subur

Saat Banyak Investasi Remuk oleh Corona, Sukuk Retail Malah Semakin Subur

Badai wabah corona membuat sebagian besar tipe investasi bonyok terkecuali investasi sukuk retail yang semakin subur. Telah waktunya beralih?

Kesengsaraan yang dirasakan karena ada wabah virus corona ikut menghajar bidang ekonomi.

Dampaknya, beberapa bidang juga hancur lebur ditembus virus membahayakan ini.

Dimulai dari pasar modal sampai Index Harga Saham Kombinasi (IHSG) bahkan juga jeblok sampai 5 persen.

Di tengah-tengah pukulan badai yang semakin garang ini, rupanya investasi sukuk retail sanggup bertahan bahkan juga alami kenaikan.

Akhirnya, banyak investor yang sekarang berpindah menginvestasikan dananya untuk beli sukuk ritel.

Pemasaran Sukuk Retail Terus Naik Naik

Laporan kenaikan pemasaran sukuk retail dikatakan oleh Direktorat Jenderal Pendanaan dan Pengaturan Resiko Kementerian Keuangan (DJPPR).

Seperti dikabarkan CNBC Indonesia, DJPPR memberikan laporan Pemasaran Sukuk Retail seri SR012 yang tembus angka Rp12,14 triliun.

Hasil pemesanan sejumlah Rp12,14 triliun (1,59 kali) semakin banyak dari keseluruhan sasaran pemasaran 28 Midis yang sejumlah Rp7,66 triliun di tengah-tengah keadaan pasar keuangan yang volatile karena pandemi virus corona menerpa Indonesia, bunyi info DJPPR, Senin (23/3).

Pemasaran sukuk SR012 ini meliputi 23.952 investor yang menyebar di semua propinsi di Indonesia.

Kenaikan pemasaran ini tidak lepas dari ada pengurangan BI 7DRR, tingginya ketertarikan investor atas SBSN, taktik marketing yang pas, dan coupon.

Sukuk Retail Jadi Bintang Golongan Milenial

Menariknya, peningkatkan investasi sukuk retail di Indonesia ini dikuasai oleh golongan milenial.

Dalam catatan DJPPR, golongan milenial jadi barisan investor paling banyak untuk SR012 dengan keseluruhan 8.136 investor (33,97%).

Golongan milenial memimpin kelompok investor baru sekitar 3.856 investor (39.58%) dari keseluruhan 9.743 (40,68%) investor baru.

Ada juga 88 investor angkatan Z (anak muda berumur di bawah 19 tahun) yang melakukan investasi sekitar Rp3,56 miliar dan rataan pembelian Rp487 juta.

Selanjutnya, ada investor wiraswasta sekitar 7.532 orang (31,45%) dengan volume sejumlah Rp5,57 triliun (45,89%).

Langkah Supaya Masih tetap Cuan di tengah Pandemi Corona

Biasanya, beberapa investor akan ambil perlakuan wait and see saat keadaan yang tidak diharapkan terjadi.

Sebenarnya, menurut Katarina Setiawan, Chief Economist dan Investment Taktikst PT Manulife Asset Management Indonesia, ada dua hal yang dapat dilaksanakan.

Pertama, jual saham dan tipe investasi yang lain untuk menghindar resiko rugi yang lebih besar.

Tetapi, belajar pengalaman dari lalu, volatilitas dan revisi berlebihan umumnya selalu dituruti dengan peningkatan tajam sesudahnya, papar Katarina seperti diambil Kompas.com, Sabtu (21/3).

Seterusnya, membahas ulangi status potrofolio, memperkuat arah investasi, sampai lakukan rebalancing.

Samakan selalu dengan arah investasi dan profile resiko yang dipunyai dan janganlah lupa untuk ambil kesempatan yang ada, tandasnya.

Dia menghimbau supaya investor tempatkan investasinya pada partner yang paling dipercaya dengan membahas kriteria-kriterianya.

Mudah-mudahan artikel ini berguna ya,

Dibanding diletakkan dan dibaca sendiri, mending sharing artikel ini ke sosial media yuk.

Komentar