Tutorial Komplet Peer to Peer Lending. Harus Tahu saat sebelum Daftar!

Tutorial Komplet Peer to Peer Lending. Harus Tahu saat sebelum Daftar!

Investasi peer to peer lending sebagai opsi pas untuk membuat masa datang yang aman dalam sisi keuangan.

Bagaimana juga keadaan keuangannya, baik atau jelek, seluruh orang memerlukan sebuah investasi untuk jamin periode depan.

Investasi berperan sebagai perlindungan asset individu dari pengurangan nilai karena inflasi.

Usaha penanaman modal ini penting diperhitungkan, khususnya untuk beberapa karyawan yang tergantung pada upah bulanan.

Tipe investasi dipisah jadi dua, yakni investasi periode panjang dan investasi periode pendek.

Dari 2 tipe investasi di atas, tercipta bermacam instrument yang dapat diputuskan, satu diantaranya ialah peer to peer lending (P2P).

Yok, kita dalami investasi ini secara dalam!

Apa Itu Investasi Peer to Peer Lending?

Peer to peer lending ialah instrument investasi yang bergerak dengan sistem pemberian atau pengajuan utang pada usaha tertentu atau pribadi.

Instrument ini menyambungkan pendana dan peminjam secara online.

Jaman saat ini, kamu bahkan juga dapat terhubung instrument ini lewat program handphone pintar.

Berlainan dengan instrument investasi yang lain, P2P membolehkan beberapa pihak yang turut serta sama-sama menolong tak perlu melalui instansi keuangan yang sah.

Warga tak perlu bertemu dengan koperasi, bank, atau jasa credit untuk pinjamkan uang atau pinjam.

Oleh karena itu namanya disebutkan dengan peer to peer, atau dengan bahasa Indonesia memiliki arti satu ke lainnya secara langsung.

Langkah Kerja Peer to Peer (P2P)

Untuk Peminjam

Nach, sesudah tahu penuturannya, saat ini kita ulas langkah kerjanya.

Meskipun dikenali sebagai salah satunya instrument investasi paling mudah, P2p punyai syarat yang penting disanggupi untuk semua pihak.

Sebagai peminjam dana, persyaratan harus disanggupi ialah seperti berikut:

  • Document neraca keuangan dalam periode saat yang disuruh pendana
  • Arah untuk pinjam dana dengan detil dan terang

Pengajuan pinjaman dana dapat diterima atau ditampik, bergantung keputusan pendana.

Jika ditampik, umumnya berkaitan dengan document yang tidak komplet, dan peminjan harus membenahi kelengkapan document sekencangnya.

Saat telah diterima, suku bunga utang akan diaplikasikan dan pengajuan dana akan ditempatkan langsung ke marketplace yang tersedia.

Untuk Pendana

Sama seperti yang telah kita ulas awalnya, P2P dijangkau secara langsung daring.

Sebagai pendana, kamu akan diberi situs khusus untuk mengecek beberapa data pengajuan pinjaman.

Opsi utang itu akan dibarengi dengan info peminjam seperti kisah keuangan, penghasilan, sampai arah pinjaman.

Kamu bebas pilih peminjam yang mana pas dengan dana atau arah yang kamu sepakati.

Sesudah diverifikasi, peminjam akan mencicil dana pinjamannya tiap bulan.

Pendana akan memperoleh untuk berbentuk dasar dan bunga, yang mana banyaknya bergantung pada suku bunga utang yang didanai.

Keunggulan dan Kekurangan Peer to Peer Lending

Kelebihan Peer to Peer Lending

1. Aksesnya Lebih Gampang

Investasi P2P dapat dijangkau oleh kapan pun dan siapa.

Semua transaksi bisnis dilaksanakan lewat cara online tak perlu melancong ke sana-sini maupun ambil barisan panjang dalam suatu lembaga.

2. Permodalan Benar-benar Cepat

P2P bekerja non-stop.

Tiap menit tentu ada beberapa pendana yang mengecek program P2P pada smartphone mereka hingga permodalan juga makin cepat.

Tidak itu saja, proses pencairan dana juga bisa lebih cepat karena dilaksanakan secara online.

3. Marketing Produk Tertolong

Memakai P2P untuk permodalan modal usaha otomatis akan mengenalkan usaha yang dirintis ke marketplace yang tersedia.

Hal itu bisa jadi dipandang seperti promo gratis.

Usahamu akan ada di media sosial yang tersambung dengan mekanisme.

Kekurangan Peer to Peer Lending

1. Resiko Lebih Besar untuk Pendana

Kekurangan peer to peer lending semakin terasa oleh pendana sebab bisa terjadi problem penunggakan.

Pendana harus arif pinjamkan dana mereka dengan mengecek background peminjam secara detail saat sebelum memberinya modal usaha.

2. Rekam Tapak jejak Pengurus Terbatas

Program peer to peer masih baru di Indonesia, hingga ada banyak kelemahan dari mekanisme programnya.

Salah satunya misalnya ialah reputasi pengurus yang terbatas.

Satu kali lagi, pendana harus pandai pilih peminjam karena kelancaran angsuran dana tidak dijamin program.

3. Dapat Pailit

Namanya investasi, tentu ada pasang surutnya.

Seperti tipe investasi yang lain, P2P bisa juga mengakibatkan kemunduran untuk pendana dan peminjam.

Peminjam bisa jadi kekurangan uang karena upayanya tidak laku dan menyebabkan tunggakan untuk sang pendana.

Saat kedua pihak pailit, uang tidak bisa kembali seperti pinjaman uang ke sebuah lembaga.

Oleh karena itu, investasi ini lebih bagus dipakai untuk periode pendek saja.

Mudah-mudahan penjelasannya cukup menginformasi ya,

Komentar