10 Panduan Belajar Saham untuk Pemula, Dapat Mulai Investasi dari Modal Kecil!

10 Panduan Belajar Saham untuk Pemula, Dapat Mulai Investasi dari Modal Kecil!

Ingin belajar saham tetapi kebingungan harus mulai darimanakah? Tenang, pelajari investasi saham rupanya tidak begitu sulit dan mulai bisa investasi dari modal kecil.

Akhir-akhir ini beberapa orang yang mulai berminat untuk mulai investasi saham bersamaan dengan kampanye yang disuarakan IDX, yaitu "Yok Nabung Saham ".

Perlu kamu kenali, investor tidak terus-terusan harus mempunyai modal besar untuk mengawali investasi.

Berkaca di tahun 2020 tempo hari, di tengah-tengah wabah Covid-19 yang tekan IHSG malah jadi masa bangunnya investor ritel.

Apa kamu berminat untuk mulai belajar saham? Baca beberapa tips berikut, yok!

Panduan Belajar Saham untuk Pemula

1. Ketahui Investasi Saham

Sesaat akan belajar saham, lebih dulu kamu harus pahami apakah itu akar dari investasi saham.

Mengawali investasi saham bukan hanya dengan modal niat dan asal terjun saja, tetapi harus diberi dengan pengetahuan dan sudut pandang masalah investasi saham itu sendiri.

Dengan begitu, nanti kamu dapat semakin berlaku tenang dan tidak ceroboh dalam melakukan investasi, khususnya saat tentukan taktik.

Tidak bisa disangkal jika saham tawarkan imbal balik yang besar, tetapi resikonya besar karena pasar saham bergerak benar-benar fluktuatif.

2. Melihat Reksa Dana Saham

Salah satunya ketidaktahuan yang kerap ditemui pemula saat ingin investasi saham ialah saham apa yang perlu dipilih.

Jika kamu hadapi ketidaktahuan semacam ini, kamu dapat melihat reksa dana saham yang diatur oleh manager investasi sebagai referensinya.

Manager investasi pengurus saham mempunyai kewajiban sampaikan portofolio 10 saham terbaik dalam reksa dana saham itu.

Pilih reksadana saham yang ingin kamu saksikan, lalu saksikan daftar 10 saham terbaik yang ada pada portofolionya.

3. Tentukan Saham Blue Chip

Jika punya niat untuk lakukan investasi saham periode panjang, karena itu opsi yang pas ialah saham blue chip.

Saham blue chip ialah saham perusahaan dengan kualitas terbaik yang berada di bursa, juga beberapa saham itu dipandang paling aman dan memiliki prospek keuntungan yang stabil.

Berikut contoh saham blue chip yang berada di Bursa Dampak Indonesia:

BBCA (Bank Central Asia Tbk.)

BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk.)

UNVR (Unilever Indonesia Tbk.)

TLKM (Telkom Indonesia Tbk.)

ANTM (Bermacam Tambang Tbk.)

4. Penganekaragaman Investasi

Sama seperti yang sudah disebut awalnya, saham sebagai instrument investasi yang tawarkan keuntungan tinggi tetapi dengan resiko yang tinggi juga.

Pemula yang baru mengawali investasi saham seharusnya mengaplikasikan konsep penganekaragaman investasi, maknanya bukan hanya bertopang pada investasi saham saja.

Dengan lakukan penganekaragaman investasi, misalkan ke reksa dana, kamu dapat terbebas dari resiko saat terjadi kritis di pasar saham.

5. Investasi Periode Panjang

Sebagai seorang investor, tentu kamu menginginkan dana yang diinvestasikan selekasnya hasilkan uang.

Tetapi perlu kamu ingat, investasi saham memerlukan proses dan tidak memiliki prospek keuntungan yang instan.

Ini kembali ke akar dari investasi saham tersebut, karena pada intinya investasi memang diperuntukkan untuk periode panjang ‒ berlainan dengan trading.

6. Ketahui Trading Saham

Trading saham berbeda dengan investasi saham, karena trading sebagai investasi periode pendek seperti mingguan atau harian.

Investasi periode pendek ini membimbingmu untuk keluarkan tenaga extra dengan harus mengawasi gerakan saham tiap saat.

7. Membeli Saat Harga Saham Turun

Beberapa orang yang berasa depresi saat menyaksikan portofolio investasi saham mereka merah semua, apa lagi saat baru membeli telah alami pengurangan.

Tetapi, kamu dapat manfaatkan harga saham yang turun atau melorot untuk membeli pada harga yang murah dengan persyaratan perusahaan itu mempunyai keuangan dan performa yang baik.

Tidak tutup peluang perusahaan itu akan bangun di masa datang pada harga saham yang turut meningkat.

8. Memperbanyak Penelitian

Dalam investasi saham, kamu harus tahu langkah nikmati prosesnya supaya tidak depresi saat menyaksikan harga saham yang fluktuatif.

Bukannya terus mengawasi portofolio, seharusnya kamu perbanyak penelitian performa perusahaan itu.

Berikut beberapa hal yang dapat kamu penelitian dari sebuah perusahaan:

  • Neraca keuangan
  • Laporan tahunan
  • Corporate action
  • Public expose

Info itu dapat kamu peroleh lewat website sah IDX atau dari sekuritas yang kamu pilih.

9. Mulai Walau Modal Kecil

Investasi saham tidak menuntutmu untuk mempunyai dana yang banyak, bahkan juga dapat dimulai dari Rp5.000 bergantung dari saham yang kamu pilih.

Juga sekarang ini ketetapan minimal pembelian saham di bursa ialah 1 lot atau 100 helai saham

Maka misalkan kamu beli saham pada harga Rp50/helainya, karena itu kamu bayar Rp5.000/lot.

Untuk mengawali investasi, kamu dapat pilih sekuritas saham paling dipercaya dan umumnya sekuritas sekarang ini tidak mewajibkanmu isi document pembukaan rekening saham secara offline.

Sekarang ini kamu dapat buka rekening cukup lewat program sekuritas yang diinstall di handphone.

10. Gunakan Sentimen Pasar dan Referensi Figur

Naik menurunnya harga saham dapat dikuasai beberapa hal, satu diantaranya ialah sentimen saham.

Misalnya saja saham klinis seperti KAEF (Kimia Farma Tbk.) yang alami kenaikan mencolok di tengah-tengah wabah atau saham BRIS (Bank Rakyat Indonesia Syariah Tbk.) dengan berita akan ada merger perusahaan.

Disamping itu, kamu bisa juga memperhatikan referensi saham dari beberapa figur, misalkan Yusuf Mansur yang dikenali dengan Mansurmology atau Kaesang Pangarep yang dikenali dengan Sangmology.

Mudah-mudahan artikel ini berguna ya,

Komentar