Langkah Budidaya Ikan Cupang di Rumah untuk Pemula. Gampang!

Langkah Budidaya Ikan Cupang di Rumah untuk Pemula. Gampang!

Cupang sebagai salah satunya tipe ikan hias yang cukup terkenal di Indonesia. Penampilannya yang cantik membuat beberapa orang tertarik untuk memiara ikan yang satu ini. Ingat apresiasi warga yang tinggi, buka usaha budidaya ikan cupang di dalam rumah ialah gagasan usaha menggiurkan yang perlu kalian coba.

Saat sebelum masuk ke ulasan berkenaan langkah budidaya, yok ketahui dulu lebih dekat ikan yang satu ini.

Mengenali Lebih Dekat Ikan Cupang

Cupang adalah tipe ikan yang hidup di air tawar.

Salah satunya karakternya yang unik dan elok ada pada ekornya yang seperti kipas.

Komunitas ikan yang ini ada di sekitaran tempat Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Brunei Darussalam.

Umumnya, cupang hidup di tempat dengan arus yang tenang, seperti rawa-rawa, danau, dan sungai.

Disamping itu, cupang dikenali dengan keagresifannya dalam menjaga kawasan mereka, hingga sering orang beli cupang untuk diadu.

Dengan perawatan yang betul, ikan cupang dapat hidup 3 sampai lima tahun dan ukuran dapat capai 7 cm.

Sekali bertelur, ikan cupang betina dapat hasilkan 10 sampai 40 butir telur.

Tipe Ikan Cupang

Menurut beberapa praktisi hoby memiara ikan cupang, ikan ini dipisah ke 2 jenis, yaitu cupang cupang beradu dan hias.

Daya magnet ikan hias ada pada keelokan wujud, warna, dan pergerakan yang dipunyainya.

Saat itu, cupang beradu dipiara untuk dilaporkan dengan cupang beradu yang lain.

Sebagai catatan, mengadu cupang di sejumlah negara telah dipandang seperti perlakuan ilegal.

Bagaimana dengan di Indonesia, ya?

Menurut riset, ada lebih dari 73 spesies ikan cupang yang berada di bumi.

Tetapi, tidak semua terkenal di kelompok pecinta ikan cupang.

Untuk spesies-spesies yang kerap kamu dapatkan di pasar, umumnya ikan ini terasa dari barisan splendens complex yang terbagi dalam

- betta splendens,

- betta stiktos,

- betta machachai,

- betta smaragdina, dan

- betta imbellis.

Sesudah ketahui serba-serbi berkenaan ikan yang ini,langsung yok kita bedah beberapa cara budidaya ikan cupang di rumah.

Langkah Budidaya Ikan Cupang

1. Pilih Indukan untuk Budidaya Ikan Cupang

Seperti dikutip dari alamtani.com, cara pertama kali yang harus disiapkan ialah cari bibit atau indukan yang berkualitas.

Seharusnya, indukan harus datang dari turunan unggul, keadaannya fit, dan bebas dari cacat penyakit dan bawaan.

Panduan Membandingkan Cupang Jantan dan Betina

- Jantan:

- Gesit

- Ekor dan siripnya megar

- Berwarna ceria

- Wujud badannya semakin besar

- Betina:

- Lambat

- Sirip dan ekornya lebih pendek

- Berwarna lusuh

- Wujud badannya lebih kecil

Saat sebelum proses pemijahan, kamu harus pastikan indukan jantan dan betina telah ada di babak masak siap kawin atau gonad.

Berikut beberapa ciri indukan yang siap diperkembangbiakkan:

Jantan

- Minimal berusia 4-8 bulan

- Wujud tubuhnya panjang

- Berwarna jelas dan menarik dan siripnya panjang

- Pergerakannya gesit dan agresif

Betina

- Minimal berusia 3-4 bulan

- Wujud tubuhnya membulat dan perutnya sedikit buncit

- Berwarna lusuh dan tidak menarik dan siripnya pendek

- Pergerakannya lamban

2. Penyiapan Pemijahan Ikan Cupang

Sesudah penyiapan budidaya ikan cupang yang awalnya usai, berikut waktunya untuk masuk pada proses pemijahan.

Persiapkan tempat berbentuk akuarium atau tempat dan baskom kecil memiliki ukuran 20x20x20 cm.

Disamping itu, siapkan gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina.

Paling akhir, persiapkan tumbuhan air, seperti misalnya kiambang.

Dalam sekali proses perkawinan, ikan cupang dapat menghasilkan telur sampai 1.000 butir.

Sesudah pembuahan, telur itu akan menetas dalam waktu 24 jam.

Menurut pengalaman beberapa praktisi budidaya ikan cupang, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi.

Dalam sekali kawin, ikan cupang yang dapat dipanen umumnya capai 30-50 ekor saja.

Indukan jantan dapat kawin sampai 8 kali dalam jeda 2-3 minggu, sedang indukan betina dianjurkan cuman dikawinkan sekali saja.

Bila indukan betina dikawinkan dengan paksakan, bisa terjadi pengurangan keberagaman tipe kelamin pada perkawinan berikutnya.

Hasilnya, anakan ikan akan dikuasai oleh betina.

3. Langkah-Langkah Pemijahan

Isi Air

- Tambahkan air bersih dengan tinggi 10-15 cm ke tempat pemijahan (seharusnya pakai air tanah atau air sungai yang jernih).

- Endapkan air yang hendak ditempatkan lebih dulu minimal sepanjang semalam.

- Jauhi pemakaian air PAM yang bau kaporit atau air dalam bungkusan.

Tempatkan Tanaman Air

- Masukan tanaman air ke tempat sebagai tempat berlindung untuk beberapa burayak.

- Yakinkan peletakan tanaman tidak begitu padat supaya tanaman itu tidak mempunyai potensi ambil oksigen larut dalam air.

Masukkan Ikan Jantan

- Tambahkan ikan jantan yang siap kawin ke tempat.

- Diamkan sepanjang satu hari dalam tempat.

- Ikan jantan akan membuat gelembung-gelembung udara yang bermanfaat untuk simpan telur yang telah dibuahi.

- Untuk memancing ikan jantan membuat gelembung, tambahkan ikan cupang betina, tetapi dipisah.

- Triknya, tambahkan ikan betina ke gelas plastik bening dan lelepkan ke akuarium yang berisi ikan jantan.

Masukan Ikan Betina

- Sesudah gelembung-gelembung kelihatan dalam akuarium, tambahkan ikan cupang betina ke akuarium.

- Waktu pemijahan umumnya berjalan sekitaran jam 7-10 pagi atau 4-6 sore.

- Tutup dengan koran atau taruh tempat akuarium di lokasi yang terbebas dari suara berisik dan lalu-lalang manusia karena ikan cupang cukup peka saat kawin.

Pisah Ikan Cupang Betina dari Ikan Cupang Jantan

- Sesudah proses pembuahan usai, selekasnya angkat indukan betina karena ikan cupang jantanlah yang bertanggungjawab dalam memperbesar burayak dan jaga.

- Indukan jantan akan mengambili telur yang telah dibuahi dengan mulutnya dan menempatkannya di gelembung-gelembung yang telah dibikin sebelumnya.

- Bila indukan betina tidak dipisah, telur-telur yang dibuahi akan dikonsumsi oleh sang betina.

Telur Menetas

- Dalam lebih kurang sehari, telur-telur itu bisa menjadi burayak.

- Sepanjang tiga hari di depan, kamu tak perlu memberinya pakan ke burayak karena masih tetap ada gizi sisa yang terikut dalam telur.

- Disamping itu, ikan cupang jantan akan berpuasa sepanjang jaga burayak.

Pemberian Kutu Air (Moina atau Daphnia)

- Sesudah tiga hari terhitung sesudah telur menetas, beri burayak kutu air (moina atau daphnia).

- Tidak boleh memberinya pakan semakin banyak dari burayak karena pakan itu dapat mengotori air yang dapat mengakibatkan burayak mati.

Alihkan ke Lokasi yang Dipersiapkan

- Mengambil indukan jantan dari dalam akuarium sesudah burayak berumur dua minggu, terhitung sejak telur menetas.

- Alihkan burayak ke arah tempat yang bertambah luas dan berikan larva nyamuk atau kutu air yang lebih besar.

- Sesudah 1,lima bulan, kamu bisa pilih ikan cupang berdasar tipe kelamin dan pisah ikan-ikan itu ke tempat pembesaran.

4. Pakan untuk Budidaya Ikan Cupang

Untuk budidaya ikan cupang yang sukses, yakinkan selalu untuk memberinya pakan favorite ikan cupang, yaitu kutu air, cacing larva nyamuk, dan sutra.

Seharusnya, pakan diberi sekerap kemungkinan, misalnya 3-4 kali dalam sehari.

Makin kerap, makin baik imbas yang hendak dibuat.

Pokoknya, lebih bagus memberinya makan sedikit-sedikit tetapi kerap dibanding banyak tetapi pada 1 waktu.

Masalahnya ini dilaksanakan untuk kurangi resiko penimbunan tersisa pakan yang dapat mengakibatkan mengembangnya penyakit.

5. Perawatan Ikan Cupang

Setelah itu langkah menjaga ikan cupang.

Cupang sebagai ikan yang relatif tahan banting.

Masalahnya ikan yang ini dapat dipiara dalam akuarium tanpa aerator, atau, dalam kata lain, cupang dapat bertahan di dalam keadaan air yang kurang oksigen.

Walau demikian, kamu tetap harus jaga kualitas air dengan memberikan akuarium aerasi dan filter pencuci supaya ikannya bisa mengalami perkembangan dengan sempurna.

Kamu pun tidak dianjurkan untuk memiara ikan cupang jantan lebih dari 1 dalam suatu akuarium.

Jangan sampai lakukan hal itu apalagi bila akuariumnya kecil dan tidak diperlengkapi tempat pelindung.

Bila ini dihiraukan. bisa jadi ikan cupang akan serang keduanya

Akhirnya, sirip-sirip ikan cupang akan kelihatan tidak mulus dan berwarna kurang kelihatan.

Disamping itu selalu tukar air dalam tempat secara periodik dan check apa ada penimbunan kotoran dan tersisa pakan pada dasar akuarium.

Bila penimbunan didiamkan, hal itu akan memunculkan penyakit yang bahkan juga dapat membunuh ikan cupang karena pencemaran air.

Perawatan untuk Ikan Cupang Pengaduan

Khusus untuk tipe ikan cupang pengaduan, kamu dapat simpan ikan ini dalam suatu stoples kaca memiliki ukuran kecil.

Berdasar penilaian beberapa praktisi hoby ini, ikan cupang akan kelihatan lebih agresif bila diletakkan di lokasi yang gelap.

Disamping itu, tidak boleh simpan stoples-stoples ini di lokasi yang bersisihan karena ikan cupang akan menabrakkan dianya ke kaca bila menyaksikan ikan cupang lain.

Untuk menyiasatinya, cukup pakai penyekat tidak tembus pandang antara stoples.

Itu beberapa beberapa langkah budidaya ikan cupang yang dapat dicoba di rumah.

Bagaimana? Gampang ‘kan,

Mudah-mudahan tulisan ini memberikan inspirasi untuk membikin usaha rumahan, ya.

Komentar