Mengenali Investasi Dinar dan Dirham, Jalan keluar Penanaman Dana Syariah. Ketahui Plus Minusnya!

Mengenali Investasi Dinar dan Dirham, Jalan keluar Penanaman Dana Syariah. Ketahui Plus Minusnya!

Tahukah kamu, ada banyak tipe investasi di Indonesia? Satu diantaranya ialah investasi dinar dan dirham, yang dipercaya semakin aman dari sisi agama. Yok, dalami selanjutnya!

Beberapa orang yang sangsi untuk melakukan investasi karena takut akan riba.

Walau sebenarnya, ada beberapa alternative penanaman dana yang sesuai syariat Islam lo.

Misalkan saja investasi dinar dan dirham yang sekarang mulai ramai di Indonesia.

Bila kamu ingin mengenali lebih jauh tipe investasi ini, baca rincian berikut ya.

Apa Itu Dinar dan Dirham?

Menurut hukum syariat Islam, istilah ‘dinar' mengarah pada coin emas murni dengan berat 1 mitsqal atau 1/7 troy ounce.

Sementara ‘dirham' menurut ketetapan Open Mithqal Standar (OMS) ialah kepingan coin perak murni seberat 1/10 troy ounce.

Ke-2 coin ini sudah lama dipakai sebagai alat perdagangan sah, khususnya di beberapa negara Timur Tengah.

Karena nilainya condong konstan dan penghitungan harga sesuai syariat agama Islam.

Tidak cuman alat perdagangan, dinar dirham juga dipakai untuk bayar zakat, mahar, dan alat penanaman dana, atau investasi.

Sekarang di Indonesia telah banyak mulai yang melirik kepingan dinar dan dirham sebagai alternative investasi.

PT Bermacam Tambang Tbk (Antam) juga ikut menghasilkan dinar dengan berat 4,25 gr dan kualitas 22 karat.

Tipe-Jenis Dinar dan Dirham

1. Coin Dinar Au

Pertama, ada coin dinar Au atau coin dinar aurum (emas).

Coin ini mempunyai kandungan emas 91,7% atau sejumlah 22 karat.

Di bagian depan ada gambar Masjidil Haram apabila dibalik kamu akan menyaksikan dua kalimat Syahadat.

Ini membuat coin dinar Au cukup populer dipakai sebagai mas kawin atau mahar.

Ada lima tipe coin dinar Au yang dibuat yaitu:

- Coin ¼ dinar Au diameter 15 mm dan berat 1,06 gr

- Coin ½ dinar Au diameter 20 mm dan berat 2,13 gr

- Coin 1 dinar Au diameter 23 mm dan berat 4,25 gr

- Coin 2 dinar Au diameter 26 mm dan berat 8,5 gr

- Coin 4 dinar Au diameter 29 mm dan berat 17 gr

2. Coin Dinar FG

Coin dinar yang ke-2 ialah coin dinar FG (fine gold).

Kepingan ini memiliki kandungan emas murni sebesar 99,99% atau 24 karat.

Berlainan dengan coin dinar Au, wujud coin dinar FG terlihat lebih sederhana.

Cuman ada simbol ciri khas logam mulia (LM) dan tulisan fine gold di permukaannya.

Ada empat tipe coin dinar FG yang dibuat Antam, yaitu:

- Coin ¼ dinar FG diameter 15 mm dan berat 1,06 gr

- Coin ½ dinar FG diameter 20 mm dan berat 2,13 gr

- Coin 1 dinar FG diameter 23 mm dan berat 4,25 gr

- Coin 2 dinar FG diameter 26 mm dan berat 8,5 gr

3. Coin Dirham Ag

Coin dirham Ag berkadar perak sebesar 99,95% di dalamnya.

Ag sendiri mengarah pada bahasa latin dari logam perak, yaitu argentum.

Di atas kepingan dirham kamu akan menyaksikan ukir-pahatan gambar Mushola al Aqsa dan dua kalimat Syahadat dibaliknya.

Berlainan dengan coin dinar, coin dirham cuman dibuat dalam dua tipe saja, yaitu:

- Coin 1 dirham Ag diameter 25 mm dan berat 2,97 gr

- Coin 5 dirham Ag diameter 27 mm dan berat 14,87 gr

Keuntungan dan Resiko Investasi Dinar Dirham

1. Keuntungan Investasi Dinar dan Dirham

Bila kamu tertarik dengan investasi syariah, karena itu dinar dan dirham ialah piliha tepat.

Ini karena nilai kepingan coin ini sesuai syariat Islam dan bebas dari riba.

Peningkatan nilainya membuka disebabkan karena riba atau bunga, hal sebagai kekuatiran khusus umat Muslim.

Kepingan ini juga sanggup melalui inflasi, karena material intinya ialah logam mulia.

Malah nilai logam mulia akan naik terus dari waktu ke waktu.

Disamping itu, walau tidak akrab dipakai di Indonesia, kepingan logam mulia ini sebagai alat ganti global.

Dinar dan dirham dianggap sebagai alat ganti di pasar global dan mempunyai karakter likuid.

Bahkan juga bila menjualnya di komune, harga dinar dan dirham dapat semakin tinggi dibanding nilai jual di pasaran.

2. Resiko Investasi Dinar dan Dirham

Semua instrument investasi, baik yang syariah dan tidak, pasti mempunyai resiko Teman dekat 99.

Saat sebelum pilih tipe investasi ini, kamu perlu mengenal dahulu resikonya.

Resiko investasi dinar dan dirham ialah:

- Coin dinar dan dirham mempunyai biaya produksi hingga nilainya tambah mahal dari emas batangan dengan berat yang sama.

- Bila dinar dan dirham dipasarkan di toko perhiasan yang dihitung cuman bahan bakunya saja.

- Coin dinar mempunyai pajak sejumlah 10% karena digolongkan sebagai perhiasan di Indonesia.

Mudah-mudahan infonya berguna

Komentar