50 Kata Kata dari Fiersa Besari yang Buat Baper Terbaik

50 Kata Kata dari Fiersa Besari yang Buat Baper Terbaik

Fiersa Besari adalah musikus dan penulis kelas atas di Indonesia. Fiersa Besari dikenali sebagai figur yang paling menginspirasi untuk golongan muda. Karena lewat kreasinya yang mengagumkan, ia selalu berpesan pembelajaran dalam beberapa hal positif mengenai kehidupan, baik lewat musik dan tulisannya berbentuk novel dan buku.

Selainnya musik dan tulisan, Fiersa Besari dikenal juga karena ia kerap membagi quotes dan kata-kata bijak. Kata Kata Arif Fiersa Besari banyak dicintai karena kata-katanya bermakna yang paling dalam dan kadang bisa mengkritik siapa yang membacanya.

Quotes Fiersa Besar yang terbanyak dicintai ialah mengenai jalinan relationship dan cinta. Bahkan juga karena sangat mengenanya kata-kata cinta yang diberi bang Fiersa, antara kita kemungkinan banyak yang menjadikan sebagai curah hati yang dikatakan oleh orang lain. Karena sama seperti apakah sekarang ini kita rasakan.

Nach untuk kamu yang ngefans sekali sama Fiersa Besari, berikut kelompok kata-kata arif dan caption dari Fiersa Besari yang buat baper terbaik.

Kata Kata Fiersa Besari

Sebagian orang dibuat jadi terlampau dekat untuk dipandangi tetapi terlampau jauh untuk dijangkau.

cobaindex3URL

Tidak dapat menjadi orang baik. Tetapi sedikit-sedikit membenahi.

Saya tidak mengerti mengapa pemikiran saya tidak habis-habis.

Kekeliruanku diawali dari buka profilmu.

Hanya rindu situasinya, bukan orangnya.

Ada rasa yang tiba tanpa diduga. Takut jadi membesar, lalu didugal.

Tidak perduli dihiraukan atau mungkin tidak, kurasa rasaku terus akan terasa.

Menyibukkan diri supaya tidak kepikiran.

Dahulu, sama-sama berdebar. Sekarang, kerap berdiskusi.

Berasa lebih bagus dari pihak lain bukanlah hal baik. Ingat itu baik-baik.

Dibikin cemas lebih menjengkelkan dibanding dibikin cemburu.

Ada yang setia, tetapi diduakan. Ada yang memutus, tetapi dipertahankan.

Banyak yang repot mempersalahkan, sedikit yang repot membenarkan.

Bila tidak ada opsi, sebaiknya stop memaksa dan mundur pelan-pelan.

Bukan berapa lama ceritanya, tetapi berapa ikhlas hatinya. Itu yang paling penting.

Jika lupakan sesusah itu, kemungkinan yang perlu kita kerjakan hanya mengganti langkah melihat dan rasakan periode lalu.

Kemungkinan berlagak seakan tidak punyai hati, karena sudah lemas patah hati.

Kukira salah satu, rupanya salah satunya.

Terkadang, kepedulian diperlihatkan dengan kritikan, dan tidak seluruhnya kritikan dibarengi saran. Tidak seluruhnya kritikan memiliki bentuk santun.

Terkadang, yang paling indah tidak dibuat untuk dipunyai. Cukup dipandangi dari jarak jauh, lalu sukuri jika ia berada di sana untuk dikagumi dalam diam.

Karena kata maaf lebih memiliki arti bila dia tidak sekedar basa-basi.

Salahmu sendiri, memberikan hati pada yang suka mainkan hati.

Kekalahan membuat manusia semakin kuat, asal kita dapat terima, pelajari, lalu kembali bangkit untuk berusaha dikemudian hari.

Bila kau tahu proses pengorbanan, apa masih kau sampai hati menyia-nyiakan.

Janji-janji tercatat pada akhirannya akan kalah dari bukti-bukti tertulus.

Ada yang hancur bersama waktu, ada pula yang pulih.

Kita sedang berpura-pura baik saja, mengharap lupa jika kita sedang pura-pura.

Ada yang memburu, didiamkan. Ada yang diam, dikejar-kejar. Kita memang aneh.

Saya bukan seorang yang pintar berbicara saat teman sedang bersedih cita. Tetapi, jika kamu perlu apa saja, saya ada.

Tidurlah. Bersedihmu perlu istirahat.

Tidak seluruhnya hal yang putus harus kembali diikat. Beberapa perlu diingat.

Kehilangan ialah sebuah proses mendapati.

Tegaslah, walau harus mencederai.

Telah, tak perlu berlebihan. Tatap muka kita, meskipun simpel, saya percaya akan terkenang.

Kita berjumpa untuk sebuah alasan. Entahlah sebagai sebagai pelajaran atau karunia.

Karena hanya kita tidak dapat terima realita, tidak berarti realita itu tidak nyata.

Melepas seorang yang tidak memedulikanmu tidak berarti menyerah. Itu memiliki arti kau berada di titik kesadaran jika berbahagia tidak harus dengannya.

Segenap hati perjuangkan atau berbesar hati melepaskan. Gantungkan bukan opsi.

Kedewasaan seorang tidak cuma disaksikan dari triknya berpikiran mengenai kebenaran, tetapi juga dari triknya bertanggungjawab atas kekeliruan.

Terlampau pintar menduga-duga, lalu mundur karena berprasangka tanpa pastikan. Rupanya salah paham. Lalu menyesal.

Sebagus apa saja yang kita kerjakan, akan ada selalu yang dapat dipersoalkan.

Kehadiran dan keperginya itu pasti. Mengikhlaskan atau memaksa itu opsi.

Menyimpan keinginan tak perlu berlebihan. Beberapa gagasan baik harus berjumpa realita buruk.

Sedang berada di persilangan, di antara meninggalkan atau tinggal. Kekeduanya sama sakit.

Banyak hal memang lebih bagus didiamkan menghilang dibanding dipaksa lenyap.

Terlampau pikirkan kebahagiaan seseorang lalu lupa rasakan kebahagiaan sendiri.

Ya, minimal, saya pernah repot menyemangatimu, sebelumnya terakhir kau repot menyemangati orang lain.

Apa lagi argumen untuk tetap bertahan jika orangnya saja tidak ingin ditahan.

Semua akan membaik. Jika belum jadi kejelasan, minimal jadi keyakinan.

Rupanya memang betul, saat sanjungan membuat seorang berbesar kepala, ia tak lagi berbesar hati untuk terima saran.

Mengasihi tidak berarti terus mengiyakan. Kadang, penampikan dibutuhkan untuk kebaikan.

Sepanjang tidak dapat hitung napas, mudah-mudahan tak lupa untuk mengucapkan syukur saat sebelum mengeluhkan memberikan saat sebelum minta berdoa saat sebelum berjuang.

Komentar