9 Langkah Arif Hadapi Rekan yang Moody

9 Langkah Arif Hadapi Rekan yang Moody

Di kehidupan, kamu kemungkinan punyai banyak rekan. Dalam pertemanan bersama rekan-rekan, kamu tentu banyak mendapati rekan-rekan yang lain watak. Ada yang menyukai bercanda, ada yang menyukai menceritakan, dan tentu selalu ada sesuatu hal yang membuat asyik. Mereka tentu saja mempunyai karakter yang unik.

Semua kekhasan yang mereka punyai berbagai macam, ada yang kerap membuat ketawa, ada pula yang kadang membuat kecewa, seperti beralih-alih suasana hati atau kerap disebutkan moody. Tentu kamu pernah kan kecewa karena rekan kamu yang mendadak badmood tanpa argumen yang terang.

Nach, kamu tidak boleh geram dahulu! Karena secara umum mereka jadi badmood karena keadaan hatinya yang buruk . Maka, berikut ialah langkah hadapi rekan yang moody.

1. Ketahui Keadaan Di antara cq9-slot-game Perlu Dijauhi Atau Dipepet

Hal khusus yang perlu kamu kerjakan untuk hadapi rekan yang moody adalah pahami keadaannya. Ketahui dari gerak gerik bahasa badannya. Orang yang badmood umumnya perlu akan satu perihal, di antara ingin sendiri atau ingin didampingi. Untuk orang yang ingin sendiri, seharusnya hindari dahulu untuk beberapa waktu.

Tetapi ada pula yang mereka sedang badmood perlu untuk didampingi. Maknanya ia ingin ada seseorang ada disebelahnya. Dapat sehingga ia perlu rekan sharing untuk menumpahkan semua apa yang ia rasakan, atau sekedar hanya perlu rekan untuk dihibur. Kamu harus sanggup pahami keadaan yang terjadi kepadanya.

Beberapa ciri untuk rekan moody yang ingin sendiri, umumnya ia duduk pada tempat atau status yang sedikit memojok, karena tempat ini kemungkinan dekat dengan keheningan. Pubnketika dipanggil, ia malas untuk menyaut.

Berbeda hal dengan rekan badmood yang perlu rekan. Umumnya mereka akan condong mepet-mepet atau membuntuti kamu dengan muka cemberut tanpa menjelaskan apa saja. Atau mereka kerap cari keramaian karena tidak ingin rasakan ketersendirian.

2. Biarkan Ia, Tidak boleh Banyak Menanyakan!

Rekan yang badmood umumnya karena keadaan hatinya yang buruk, mengakibatkan ia ingin banyak diam. Sebagai rekan yang pemahaman, seharusnya tidak boleh kebanyakan dibawa mengobrol, apa lagi menanyakan hal kenapa ia badmood. Sedapat mungkin, tidak boleh kebanyakan berhubungan lewat percakapan.

Beberapa kalimat yang kamu ucapkan padanya dicemaskan bertambah menghancurkan moodnya. Sebab bisa maka antara beberapa kalimat yang kamu katakan ada yang tidak pas dengannya. Karena saat badmood hatinya benar-benar peka, menjadi lebih aman biarkan saja ia.

3. Jadilah Rekan yang Pahaminya

Sebagai seorang rekan, tentu saja kamu mengenali secara dalam mengenai rekan kamu itu, baik dari kesukaannya, dari kegemarannya, dan dari beberapa hal lain mengenai ia. Nach, saat rekan kamu sedang moody, coba untuk menyaksikan apa yang ia rasakan dari mimik muka dan matanya.

Coba pancing-pancing sedikit tak perlu kamu menjejalnya dengan pertanyaan atau mungkin dengan beberapa kalimat yang lain. Kamu bisa memancingnya dengan perlakuan. Selanjutnya lihatlah mimik muka dan kilatan bola matanya. Ia pasti peka dengan beberapa hal yang membuat kecewa.

4. Nantikan Sampai Ia Menceritakan Sendiri

Rasa ingin tahu tentu ada saat kamu menyaksikan temanmu yang mendadak berbeda suasana hati. Kamu tentu gatal ingin mengorek apa yang terjadi dengan temanmu itu. Eeiiiiittts.tahan dahulu! Tidak boleh ceroboh melemparkan pertanyaan padanya. Bisa saja itu akan menambahkan kotor moodnya.

Kemungkinan untuk rekan yang tidak umumnya moody, lumrah bila kamu segera menanyakan. Tetapi, bila kamu ketahui jika suasana hati temanmu gampang beralih-alih dan hal tersebut umum terjadi, seharusnya janganlah lekas menginterogasinya. Tunggu hingga ia ingin menceritakan sendiri padamu.

5. Beri Apa yang Ia Perlukan

Saat sedang badmood, umumnya ia sedang memerlukan suatu hal tak perlu sampaikannya lewat kalimat. Ia inginkan seseorang memberi apa yang ia perlukan tak perlu ia ucapkan. Memang terlihat egois sich, karena ia ingin suatu hal tak perlu menjelaskan ia inginkannya, menjadi orang lain harus dipaksakan untuk pahami dan pahaminya.

Nach, sebagai rekan yang bagus, tentu saja kamu akan pahami itu lewat gerak gerik bahasa badannya. Umumnya ia akan sampaikan apa yang ia harapkan lewat kode-kode. Nach, kamu harus sensitif pada kode-kode itu. Selanjutnya beri saja apa yang ia perlukan waktu itu.

6. Statuskan Diri Sebagai Pendengar yang Baik

Rekan yang suasana hatinya baik mereka akan berasa benar-benar memerlukan orang yang bisa pahami mereka. Mereka perlu keluh kesahnya untuk didengar. Di saat seperti tiu, statuskanlah diri kamu sebagai pendengar yang bagus. Yang hendak siap dengarkan keluhan mengenai apa yang ia rasakan.

Saat ia sedang bicara, tidak boleh menyela-nyela perbincangannya. Nantikan saja sampai ia habis mengulas mengenai semuanya yang ia ingin bahas. Tetaplah kamu kerjakan itu saat ia sudah ada pada keadaan tidak suasana hati. Karena untuk seorang yang moody, hal kecil saja menjadi pemicu badmood-nya.

7. Kerjakan Suatu hal yang Membuat Suka

Orang yang moody umumnya ia memiliki hati yang gampang sedih, gampang kecewa, gampang bersedih, dan lain-lain. Pada dasarnya, ia mempunyai hati yang peka. nach, bila kamu memiliki type rekan moody, seharusnya seringkali saja membuat mereka suka, baik dengan pengucapan atau dengan sikap.

Apa lagi ketika mereka lagi ada pada keadaan badmood, bikinlah mereka suka dengan beberapa hal yang kamu dapat. Bikinlah mereka lupakan hal yang sudah mengakibatkan mereka badmood dengan beberapa hal yang membahagiakan.

8. Tidak boleh Turut Kepancing

Moody memang sering membuat kecewa dengan sikap yang mendadak saja berbeda tanpa ada alasan yang terang. Bila keadaan mereka sedang badmood, upayakan tidak boleh turut kepancing dengan sikap mereka. Kadang, mereka tidak ada niat untuk berlaku menjengkelkan semacam itu. Mereka cuman sedang berasa tidak nikmat hati.

Tidak jadi masalah kan bila kamu mengalah untuk kebaikan? Dengan kamu mengalah, tidak berarti kamu yang keliru. Kamu mengalah cuman untuk kembalikan keadaan hatinya supaya jadi lebih baik dan normal kembali . Maka dengan demikian, badmood yang dirasakannya tidak memunculkan pertikaian antara kalian.

9. Temui dengan Sabar

Mempunyai rekan dengan watak moody memang gampang-gampang susah, di antara gampang dan susah itu bersisihan. Bahkan juga ada beberapa orang yang membenci sikap rekan semacam ini. Berkeberatan dengan sikap rekan semacam ini bisa, tetapi tidak harus juga membencinya. Karena tiap manusia memiliki karakter unik.

Nach, untuk hadapi rekan yang moody, kamu harus usaha untuk sabar. Dengan bersabar, maknanya Kamu telah pahami dan terima kekurangannya. Bila kamu terus melawannya dengan sikap sabar, karena itu perlahan-lahan ia akan mengetahui jika kamulah rekan yang selalu pahami dan pahaminya. Pada akhirannya ia akan lebih respect denganmu.

Jadi sebetulnya, langkah arif hadapi rekan yang moody tidak susah sepanjang kamu masih mempunyai rasa sabar dan jadi figur yang pemahaman pada watak rekan. Karena bagaimana juga, sikap pemahaman ialah modal khusus dalam merajut persahabatan. Tanpa, pemahaman, hubungan persahabatan susah untuk tetap bertahan dalam waktu lama.

Komentar