Ramai, Bocah Baru Lulus SD Nikahi Siswi SMA, Ini Ceritanya

Ramai, Bocah Baru Lulus SD Nikahi Siswi SMA, Ini Ceritanya

Kembali lagi warganet Indonesia dibikin ramai dengan berita mengenai pernikahan dua bocah di Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Kamis lalu (30/8). Bukan mempersoalkan pernikahaannya, tetapi ke-2 mempelai masih di bawah usia. Pengantin lelaki, inisial RS, baru berumur 13 tahun, dan si wanita, MA alias SM, berumur 17 tahun.

Ramai karena sang cowok masih bocah onelineslotuangasli

Informasi mengenai pernikahan ini tiba-tiba trending karena mempelai prianya masih di bawah usia. Figur RS masih berumur 13 tahun saat menikah dengan SM.

Anak seusia itu dipandang belum dewasa dan belum sanggup bertanggungjawab ke dirinya apa lagi bertanggungjawab untuk seseorang.

Apa lagi RS ialah seorang pria yang hendak jadi seorang pimpinan dan kepala rumah tangga untuk keluarganya nantinya.

Dan untuk pengantin wanitanya, SM, dapat disebut cukup usia karena umurnya telah mencapai 17 tahun.

Karena pernikahan harus putus sekolah

Pasangan pengantin ini masih duduk di kursi sekolah. RS barusan lulus dari kursi SD, dan pasangannya, SM masih dengan status sebagai siswi di SMA.

Tetapi terakhir, SM akui akan tinggalkan kursi sekolah. SM akan jalankan karier anyarnya sebagai ibu rumah-tangga.

Sesudah menikah, saya dan suamiku akan stop sekolah dan konsentrasi membangun rumah tangga. Ya, paling suamiku kerja sebagai petani atau bekerja sebagai pekerja kasar harian, kata SM yang diambil dari kompas.com.

Banyak yang sayangkan keputusan pernikahan ini, tidak kecuali dari warganet Indonesia.

Netizen sayangkan pasangan ini menikah saat sebelum menuntaskan sekolahnya, netizen mewanti-wanti jika pengajaran itu sangat penting untuk masa datang mereka.

Dinikahkan ke-2 orang-tua tetapi dipandang tidak syah karena tidak melapor KUA

Pernikahan itu berawal saat SM kenalan dengan RS, karena mereka termasuk masih memiliki jalinan keluarga. Dari situlah, mereka kerap telponan dan kerap berjumpa. Pasangan ini akui telah menjalin cinta satu tahun lama waktunya.

Argumen orang-tua ke-2 pasangan menikahkan SM dan RS ialah karena atas dasar sama-sama cinta dan agar terbebas dari anggapan-anggapan miring dari tetangga.

Saat menikah, ke-2 pasangan ini dinikahkan oleh ke-2 orang-tua mereka. Tetapi secara hukum, pernikahan itu tidak syah karena tidak lewat kantor KUA.

Menurut Humas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantaeng, Mahdi Bakri, yang diambil dari detikcom menjelaskan jika pernikahaan harus dicatat di KUA, bila tidak karena itu peristiwa itu sebuah pelanggaran dan kami tidak keluarkan buku nikah.

Argumen kenapa keluarga tidak melapor ke pengadilan agama, Mahdi memprediksi bila orang-tua ke-2 mempelai telah sadarkan diri jika umur mempelai lelaki jauh di bawah usia dan faksi keluarga percaya pernikahan ini akan ditampik karena tidak penuhi persyaratan.

Mahar yang wah onelineslotuangasli

Selainnya umur pengantin pria yang di bawah usia, yang lebih membuat khalayak terhenyak ialah mahar atau mas kawin yang nilainya capai Rp56,lima juta.

Pemerintahan harus tegas atur pernikahaan umur dini

Di Indonesia sendiri tidak mengenali budaya pernikahan awal. Bahkan juga batasan umur pernikahan telah di mengatur dalam undang-undang Perkawinan No 1/1974, yakni minimum 16 tahun untuk wanita, sementara untuk lelaki harus berumur 19 tahun.

Bahkan juga belakangan ini ada wawasan untuk menaikan batasan minimum pernikahan wanita jadi 19 tahun.

Pemerintahan semestinya tegas dalam menanggapi pernikahan umur dini. Karena bila didiamkan, karena itu masa datang anak-anak yang menikah awal kemungkinan sedikit akan terusik. Ini karena beban yang perlu mereka tanggung. Kasihan rasanya menyaksikan anak-anak itu menikah awal dengan psikis yang belum tercipta.

Komentar